Rabu, 14 Maret 2012

Pengertian ABS (Anti Lock Braking System)













2
Komponen Utama
Sistem ABS merupakan kombinasi dari sistem elektronik dan hidrolik untuk mengaturpengereman masing-masing roda agar menghindari roda terkunci.Komponen utama ABS secara umum adalah:1.

Speed sensor Speed sensor
berfungsi untuk memperoleh informasi tentang kecepatan masing-masingroda, informasi ini diperlukan agar sistem dapat mengetahui roda mana yang sedangakan terkunci.
Speed sensor
ini dapat terpasang terpasang pada setiap roda, atau ada juga yang dipasang pada diferensial.
Gambar 2 :
Speed Sensor
(aa1car.com)
2.

Valves
Terdapat sebuah valve pada openmasing-masing rem yang dikontrol oleh ABS, valveini memiliki tiga posisi:1.

Valve
terbuka

(
open
), tekanan dari
master cylinder
diteruskan langsung ke rem.2.

Valve
menutup jalur dan mengisolasi rem roda yang bersangkutan sehinggamencegah tekanan terus meningkat pada saat rem ditekan lebih kuat.3.

Valve
melepaskan (
release
) tekanan pada rem.3.

PumpValve
melepaskan tekanan pada rem, oleh karena itu maka harus ada alat yangmengembalikan tekanan pada rem, dan inilah fungsi dari pompa tersebut.











3
Gambar 3 :
ABS Hydraulic Modulator assembly (valves, pump)
(aa1car.com)
4.

ABS Controller / Computer
Perangkat ini berfungsi untuk memantau informasi kecepatan yang diperoleh
speed sensor
dan mengatur masing-masing
valve.
Prinsip Kerja ABS
Salah satu algoritma cara kerja dari sistem ABS secara sederhana adalah dengan memonitor
speed sensor
pada roda sepanjang waktu untuk mencari terjadinya perlambatan (
deceleration
) yangtidak wajar. Tepat sebelum terkunci, roda akan mengalami perlambatan yang sangat cepat. Apabiladibiarkan, roda akan berhenti jauh lebih cepat dari mobil, misalnya mobil yang bergerak dengankecepatan 60 mil per jam akan berhenti dalam 5 detik, namun roda yang terkunci akan berhentiberputar dalam waktu kurang dari 1 detik.
ABS Controller
kemudian membaca perubahan yang “tidak mungkin” ini dan mengurangi tekanan (
release
) pada rem tersebut sampai kembali terjadi akselerasidan kemudian meningkatkan tekanan
(pumping
) lagi sehingga menimbulkan deselerasi lagi. SistemABS dapat bekerja dengan sangat cepat dalam melakukan siklus tersebut, sebelum roda mengalamiperubahan kecepatan yang signifikan. Hal ini menyebabkan roda melambat dengan perlambatan yangsama dengan mobil, dengan rem menjaga roda sangat dekat dengan titik dimana roda akan mulaiterkunci (
lock up
). Kondisi ini menghasilkan daya pengereman yang maksimum pada sistem, begitu juga hal ini dapat menjaga roda terus berputar sehingga tetap dapat dikendalikan.











4Kesimpulannya, prinsip utama dari sistem ABS adalah mengontrol kecepatan putaran rodadengan cara mengontrol tekanan pada jalur sistem pengereman. Dengan demikian dicapai kondisidimana roda sedang tepat sebelum terkunci, yang mana akan menghasilkan pengereman yang palingefektif.
Gambar 4 : Prinsip kerja ABS(www.ambulancedriving.com)
Tipe-tipe ABS
ABS menggunakan beberapa macam skema, yang dapat dibedakan menurut jumlah
channel
(berapa banyak valve yang dikontrol secara individual) dan jumlah dari
speed sensor
.1.

4-
channel
, 4-sensor ABSTerdapat satu buah
speed sensor
pada masing-masing keempat roda dan sebuah
valve
terpisah untuk masing-masing keempat roda.
Controller
memonitor tiap-tiap roda untuk memastikan roda tersebut memperoleh gaya pengereman yang maksimum.2.

3-
channel
, 3-sensor ABSPada skema ini, masing masing roda depan memiliki sebuah sensor dan
valve
, namunhanya satu
valve
dan satu sensor untuk kedua roda belakang. Sistem ini memberikankontrol secara mandiri pada tiap-tiap roda depan namun tidak pada roda belakang. Padasistem ini roda belakang harus mulai terkunci lebih dulu baru ABS bekerja, sehinggamasih dapat memungkinkan salah satu roda belakang mengalami selip pada saatpengereman.3.

1-
channel
, 1-sensor ABS











5Pada sistem ini, hanya ada
1
valve yang mengontrol kedua roda belakang dan 1 sonsorkecepatan pada poros belakang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar